0 komentar

Madu dan Khasiatnya


Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.
Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula.
Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memilki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang dalam madu karena rendahnya aktivitas air.
Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah.
KHASIAT MADU ASLI YANG TELAH TERBUKTI
A) MENGEMBIRAKAN KEKUATAN TUBUH
1. Memulih, menyegar dan menambah tenaga tubuh badan.
2. Memulihkan sel-sel urat besar.
3. Menjaga dan mengimbangi kekuatan badan.
4. Merangsang tenaga batin.
B) MEMBERSIH DAN MENAMBAH DARAH.
1. Memulihkan kembali bekuan darah dan membetulkan pengaliran darah.
2. Membersihkan lapisan darah dan darah menjadi bersih.
3. Mengimbangi kandungan lemak dan membuat janlung aktif.
4. Menghilangkan rasa kebas-kebas dan mengurangkan tekanan darah tinggi.
KELEBIHAN
1. BAYI/KANAK-KANAK:
a) Membantu pertumbuhan janin dan bayi dari segi fizikal dan mental.
b) Menyembuh dengan segera cirit-birit.
c) Mengelak daripada cacing perosak dalam perut.
d) Mengeluarkan lendir dalam badan bayi dan menguatkan minda kanak-kanak.
2. REMAJA:
Membantu menyempurnakan kesihatan berkekalan.
3. WANITA:
a) Menambah kejelitaan rupa paras yang asli dan tubuh badan yang menarik.
b) Mempunyai kulit yang halus, bersih dan berseri-seri.
4. LELAKI:
a) Tampan dengan kekuatan asli dan kelihatan lebih muda.
b) Menguatkan tenaga batin.
5. PENGIDAP KENCING MANIS (DIABETIS):
Menstabilkan kandungan gula dalam darah. (Gantikan gula kepada madu lebah)
6. UNTUK SEMUA:
a) Mengelak dari kegemukan yang tidak terkawal.
b) Memudahkan proses penghadapan dan lawas buang air.
c) Memulihkan penyakit berpanjangan.
d) Menguatkan jantung, buah pinggang dan badan.
e) Menyembuhkan penyakit dalam perut.
f) Mempercepatkan luka atau kesan pembedahan sembuh.
g) Memulihkan batuk dan lelah.
h) Menghindarkan badan letih dan lesu.
i) Kurangkan kesakitan bila datang haid.
j) Baik untuk perempuan bersalin.
k) Membantu/menerangkan pemandangan.
CARA MENGGUNAKANNYA
1. Tukar atau kurangkan penggunaan gula kepada madu dalam penyediaan minuman harian.
2. Campurkan sedikit madu ke dalam air suam sebagai minuman.
3. Campurkan madu di dalam segala persediaan membuat kuih/masakan. Keharuman madu akan menawan selera anda.
4. Jika batuk atau lelah, minum satu atau dua sudu madu. Jangan dicampur dengan ais. (Berhati-hati jangan tersedak)
5. Untuk memulihkan tenaga, campurkan telur ayam kampung dengan sedikit madu. Dikacau kemudian diminum.
6. Campurkan sedikit madu ke dalam minuman kanak-kanak, kanak-kanak akan lena dengan nyenyak.
7. Minumlah sesudu besar madu bersama segelas air suam setiap pagi untuk kesegaran sepanjang hari.
8. Penyakit mata, Titiskan sedikit madu pada mata.
9. Sapu pada kesan gigitan atau sengatan serangga berbisa.
“MIRACLE ANTIBIOTIK”
KEAJAIBAN MADU SANG LEBAH
Setiap kali penggunaan Madu Lebah, mulakan dengan Bismillah, disambung dengan Solawat ke atas Nabi Junjungan 3 kali. Gunakan dengan penuh yakin.
SAPULAH MADU JIKA ANDA
a) Kemalangan ke atas luka; memberhentikan darah dengan segera dan luka terlindung dari kuman.
b) Kelecuran akibat api, air panas, ekzos motor, minyak panas dan lain-lain.
c) Kudis, kurap dan lain-lain penyakit KULIT.
d) Sakit mata – Titiskan madu lebah dalam mata.
MENAMBAHKAN KELAZATAN MAKANAN
a) Makan bersama roti / biskut.
b) Bahan membuat kuih / kek.
c) Goreng atau panggang ayam.
A) IBU MENGANDUNG
1. Menambahkan tenaga untuk ketahanan diri semasa mengandung dan semasa menghadapi saat kelahiran cahaya mata.
2. Mencegah dari berbagai penyakit seperti kencing manis, darah tinggi, kencing kotor, batuk selsema, lelah dan lain-lain.
B) ANAK DALAM KANDUNGAN
1. Mencegah dari pelbagai penyakit kerana kandungan antibiotik dalam madu dapat membunuh kuman-kuman cahaya mata.
2. Kandungan zat galian dalam madu boleh membantu membina dan menguatkan janin.
3. Kulit yang bersih dan sihat dengan terdapatnya vitamin C yang penuh kuasa dalam madu asli.
4. Membantu secara khusus pertumbuhan fizikal dan mental janin.
5. Penyakit Hepatitis B yang biasa menyerang bayi dapat dihindar dengan amalan madu oleh para ibu yang mengandung.
C) BAGI BAYI YANG BARU LAHIR
1. Meneruskan pemberian madu asli pada bayi yang baru lahir dapat mengeluarkan secara positif lendir yang mungkin terminum semasa bayi itu dilahirkan yang merupakan punca lelah jika tidak habis dikeluarkan.
2. Membersihkan perut bayi dari najis gagak yang menyelaputi dinding perut. Proses penghadaman dapat berjalan dengan sempurna menghindar dari sakit perut.
3. Bayi membesar dengan sempurna dan sihat.
4. Mengelak dari kembung perut bayi.
D) BAGI IBU SELEPAS MELAHIRKAN ANAK
1. Amalkan madu bersama jamu dan telur untuk membina darah serta mempercepatkan proses penyembuhan luka dalam perul atau rahim.
2. Membantu proses penghadaman dan lawas buang air.

read more
0 komentar

Membangun Karakter Entrepreneur

Membangun Karakter Entrepreneur
Menjadi seorang pengusaha tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, tekad, dan juga karakter yang kuat untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Berikut beberapa karakter yang wajib dimiliki pelaku usaha agar bisnis yang dijalankannya berhasil dan meraih puncak kesuksesan.
1.    Percaya Diri
Percaya diri adalah modal pertama yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Biasanya percaya diri timbul karena kita yakin dapat melakukan suatu hal dengan baik. Hal ini didukung dengan pengalaman, potensi actual, prestasi, serta harapan yang realistis. Kelebihan yang kita miliki juga membantu proses pencapaian tujuan kita. Dengan memanfaatkan setiap kelebihan yang kita miliki, otonatis menggali setiap potensi yang ada dan juga memanfaatkan setiap kesempatan. Berhentilah jadi orang yang minder dan cepat menyerah karena hal ini yang dapat memacu kurangnya percaya diri.

2.    Tanggung Jawab
Dalam setiap langkah yang akan dibuat atau diambil tentu kita harus memikirkan tanggung jawab apa saja yang harus kita tanggung. Bahkab dalam merencanakan sesuatunya pun butuh pertanggungjawaban. Orang yang bertanggung jawab apabila menghadapi suatu masalah pun cenderung tidak pantang menyerah dan tidak menyalahkan keadaan, justru akan memberikan perhatian dan tidak cepat dalam menyelesaikan maslah. Seperti sebuah kutian, “Sering adanya kekuatan yang besar, akan ada tanggung jawab yang besar juga.”

3.    Mampu Berkomunikasi
Komunikasi merupakan tindakan penting dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Terlebih lagi untuk seorang wirausaha, kemampuan komunikasi menjadil kelebihan untuk mencapai kesuksesannya.

4.    Berjiwa Pemimpin
Karakter pemimpin wajib dimiliki seorang pengusaha untuk mengatur atau mengarahkan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Tanpa kepemimpinan yang jelas, suatu tujuan yang baik pun akan mengalami kesulitan dalam pencapaiannya karena tidak ada pengaturann dalam prosesnya atau pemantauan.

5.    Berani Mengambil Risiko
Bagi seorang pengusaha peluang sekecil apapun akan tetap dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bahkan dalam setiap masalah, selalu melihat celah yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha. Naluri inilah yang mendorong para pelaku usaha unutk berani mengambil setiap risiko untuk mendapatkana keuntungan yang lebih besar.

6.    Optimis
Berjiwa optimis dan berkeyakinan akan mendapat yang baik, berarti memandang segala sesuatunya dengan pandangan positif. Membiarkkan diri larut dalam kesedihan atau memikirkan msaalah sama dengan memberikan peluang kebahagiaan atau kemajuan hilang.



[1] Penuntun Dasar Kewirausahaan. Hatta Rajasa. Hal 8-9
read more
0 komentar

Merubah Sikap atau Mindset Sumber Daya Manusia


Mata pencaharian hidup atau pekerjaan sehari-hari yang cocok, bukanlah bawaan lahir. Tidak sedikit pekerjaan yang memberikan kekecewaaan atau kegagalan. Pekerjaan menjadi beban apabila membiarkan diri terus memiliki sifat keraguan, kepasrahan, kemalasan, tidak berani menghadapi tantangan dan risiko, padahal semua manusia ingin maju, kaya, hidup senang, tidak diatur, memimpin, dan sebagainya. Menekuni suatu pekerjaan yang didapat tidak juga selalu memberikan kemahiran dan kepuasan akan hasilnya. Keberhasilan atau kesuksesan hidup, memang bermodalkan karakter pribadi yang memiliki kewirausahaan (entrepreneurship) yang memberikan kemahiran dan kepuasan pekerjaan yang sering disebut professional. Kewirausahaan bukan sekedar diartikan sebagai sikap yang kreatif, inovatif, inspiratif, dan berguna bagi siapa pun. Inilah modal untuk membentuk sikap dan penanaman nilai-nilai hidup yang harus ada di dalam diri setiap pengusaha atau wirausaha, yaitu orang yang pekerjaan sehari-harinya menjalani usaha sendiri unutk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga memilki keberanian dan optimisme menjadi seorang entrepreneurship. Oleh karena itu, di beberapa negara maju, setiap orang leluasa unutk pindah dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain, dari pegawai menjadi wirausaha, lalu kembali menjadi pegawai negeri, atau terjun ke politik, lalau kembali menjadi wirausaha.
Merubah Persepsi
Salah satu lemahnya jiwa wirausaha di Indonesia adalah cara pandang yang keliru tentang kewirausahaan. Banyak yang beranggapan wirausaha memerlukan modal yang besar, memerlukan waktu yang bannyak, dan hal-hal lain yang biasanya hanya menjadi alasan yang dicari-cari untuk pembenaran. Juga biasanya orang-orang masih berpikirkan bahwa Untuk mendapatkan uang satu-satunya cara hanya bekerja di kantoran. Maka dari itu diperlukan perubahan persepsi bahwqa memulai usaha itu mudah. Keberanian dan berani bermimpi lah salah satu faktor terpentingnya.
Karena dengan adanyua niat dan mimpi seperti itu, maka dengan sendirinya atau mensugesti kita untuk berhasil dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencapai tujuan. Karena wirasausaha itu tidak dilahirkan tetapi diciptakan.
Membangun Karakter Entrepreneur
Menjadi seorang pengusaha tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, tekad, dan juga karakter yang kuat untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Motivasi Diri
Memotivasi atau memicu diri sendiri adalah salah satu tindakan yang sangat sulit dilakukan siapa pun juga. Berbeda dengan memotivasi orang lain, mudah diberikan kepada orang lain dengan kata yang berapi-api dan biasanya sebagai pendengar, kita mudah merasa termotivasi. Namun bila harus memotivasi diri sendiri, terkadang hanya ucapan atau niatan semata dan tidak bisa mempertahankan motivasi itu dalam jangka waktu yang lama. Mengapa bisa demikian? Bisa jadi karena kurang tegas pada diri sendiri dalam merubah atau mendapatkan sesuatu. Setiap orang tau atau memiliki cara untuk memotivasi diri sendiri. Ketidakpuasan terhadap keadaan atau keinginan untuk lebih baik merupakan motivasi yang kuat.









[1] Penuntun Dasar Kewirausahaan. Hatta Rajasa. Hal 7-10
read more
0 komentar

Dinasti Qing Part 4

Masa Pemerintahan Jiajing ( 1796-1820 )
Pada Masa Jiajing kekuasaan Dinasti Qing benar-benar menghadapi persoalan yang bukan saja rumit namun juga sangat menyedihkan, hal ini dikarenakan kelaparan terjadi dimana-mana sehingga menimbulkan pemberontakan, penyebab utama kelaparan ini adalah kas negara yang kosong. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, Dinasti Qing yang selama perkembangannya selalu bisa menstabilkan keuangan negara dan bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya kini menghadapi masalah yang benar-benar pelik. Sebab utamanya adalah Korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh Heshan serta menguras habis kas negara. ditambah lagi, para pemimpin panji pasukan tidak dapat lagi mempertahankan keamanan dan ketertiban negara, karena mereka telah dilemahkan oleh kemewahan hasil korupsi[1].
Ditengah kesulitan seperti ini Jiajing harus menghadapi Pemberontakan dimana-mana yang juga didasari oleh rasa anti Manchu sehingga pemberontakan semakin menjadi-jadi. Terutama dalam bentuk serikat rahasia seperti perkumpulan Teratai putih dan Triad. Ditengah pemberontakan kala itu Kaisar hampir menjadi korban pembunuhan oleh para pemberontak yang dibantu kaum keberi istana, namun berhasil digagalkan oleh putra kedua kaisar.
Pemberontakan yang terus menerus ditambah lagi bencana banjir yang melanda sungai kuning, Cina bagian timur  semakin membuat kondisi kacau balau, namun Jiajing mencoba mengatasi kekacauan itu dengan membangkitkan ajaran moralitas Konfusianisme namun dalam situasi pelik ini hal seperti itu jelas kurang bermanfaat, akhirnya pada 1820 Jiajing meninggal dunia karena sengatan panas dan posisinya digantikan oleh putra keduanya yakni Aishingioro Minning.
Masa Pemerintahan Aishingioro Minning ( 1821 – 1850 )
Daoguang adalah gelar yang diberikan kepada Minning setelah naik tahta. Kekacauan politik yang diwarisi dari ayahnya semakin menjadi – jadi dan begitu pula halnya dengan krisis finansial[2]. Usahanya untuk mengatasi krisis finansial dengan tetap mengenakan pakaian- pakain lama, menghentikan kunjungan rutin ke Istana musim panas di Jehol, serta pemotongan gaji para pejabat, tetap saja tidak membuahkan hasil[3]. Masa ppemerintahan Minning benar-benar diambang kehancuran karena masalah yang datang tidak hanya dari internal namun juga eksternal.
Sementara itu pemberontakan terus terjadi kini didaerah perbatasan, belum lagi bangsa barat yang bersiap melancarkan agresinya, puncaknya pada perang Candu ( 1840 – 1842 ) yang telah membuktikan kedigdayaan teknologi dan kemiliteran bangsa barat, akibat kekalahan dari bangsa barat dalam perang Candu china banyak kehilangan wilayah kekuasaannya terutama pada tempat-tempat penting seperti pelabuhan dan Hongkong. Dengan keadaan seperti itu semakin memperlihatkan Dinasti Qing sudah semakin merosot menuju kehancuran.
Pada Hakikatnya Minning atau Daoguang  adalah penguasa yang lemah dan tidak sanggup menyadari realita yang ada, dalam arti Daoguang tidak mampu memobilisasi solusi untuk keluar dari tekanan yang melanda Dinasti Qing, hal ini disebabkan oleh ketidak cakapannya dalam mengambil kebijaksanaan sehingga Dinasti Qing dibawah kepemimpinannya tidak bisa keluar dari persoalan pelik yamg menerjang Dinasti Qing.



[1] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 504.
[2] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 505.
[3] Ibid
read more
0 komentar

Dinasti Qing Part 3

Masa pemerintahan Kaisar Yinchen ( 1723 – 1735 )
Kaisar Yinchen naik tahta dengan gelar Yongzheng menggantikan ayahnya Kaisar Kangxi. Pada awal kekuasaannya beliau dengan cepat berusaha menyingkirkan lawan-lawannya, tidak peduli itu saudara atau pamannya sendiri, jika dirasa berbahaya untuk kekuasaannya maka saudara atau pamannya akan dibunuh atau dipenjara.
Untuk memeperkokoh kekuasaannya, beliau mengeluarkan peraturan bahwa seluruh keputusan penting haruslah disetujui olehnya[1]. Selain itu, beliau sangat mengawasi ketat para pejabat negaranya. Alasannya sederhana, beliau menginginkan para pejabat negaranya agar setia terhadap kekuasaannya bahkan para pejabat yang setia akan mendapat sebuah anugerah penghargaan.
Pada masa Pemerintahannya, tidak jauh berbeda dengan ayahnya namun apa yang dilakukannya tidak lebih baik dari ayahnya. Namun, perlu ditekankan beliau menyebarkan nilai-nilai moral dan juga usaha belaiau dalam memajukan pendidikan perlu diapresiasi.
Pada akhir hayatnya beliau khawatir akan terjadi perselisihan di Istana akibat perebutan tahta, maka dari itu beliau menyimpan nama penggantinya didalam kotak bersegel. Pada tahun 1735 beliau menghembuskan nafas terakhirnya, setelah kematiannya kotak bersegel itu dibuka dengan isi nama penggantinya yakni Qianlong putra keempatnya.
Masa Pemerintahan Qianlong ( 1736 – 1796 )
Masa Pemerintahan Qianlong  dianggap sebagai masa keemasaan Dinasti Qing yang luar biasa. Pada masa ini China tidak diragukan lagi yang merupakan negara terkaya dengan penduduk terpadat didunia. Qianlong merupakan sosok pribadi yang luar biasa, beliau sangat piawai dalam strategi militer, sastra, seni lukis, dan ilmu pengetahuan[2].
 Dalam Politik pemerintahannya Qianlong adalah kaisar yang banyak melakukan ekspedisi militer utuk menaklukan negeri-negeri yang berada disekitarnya guna memperluas kekuasaannya. Berkat ekspedisi militer ini China berhasil menklukan seluruh wilayah yang menjadi daerah ekspedisinya. Dinasti Qing mencapai pucak kebesarannya yang gemilang, seluruh Asia Tengah berhasil ditaklukan , termasuk Tibet. Wilayah-wilayah seperti Korea, Indo-Cina, burma, Butan, Sikin dan Nepal dijadikan sebagai negara vazalnya[3]. Dengan demikian Dinasti Qing berhasil memperluas kekuasaannya dan banyak bangsa yang mengakui kekuasaan Cina bahkan menjadikan Cina sebagai negara pelindungnya.
Bidang kesusastraan pada masa Qianlong sangatlah maju, karena pada masanya Qianlong mengumpulkan para sarjana untuk membuat mahakarya yakni menyusun antologi Cina dari segala zaman yang dikenal dengan Sigu Quanshu atau Empat Kamar Mestika dalam 36.000 jilid yang memuat 79.582 pasal. Isinya dikategorikan menjadi empat bagian : (1) Jing atau karya-karya klasik Konfusianisme, (2) Shi atau Sejarah, (3) Zi atau filsafat dan ilmu pengetahuan, (4) Ji atau kesusastraan[4]. Perlu dicatat bahwa mahakarya ini ditulis oleh 15.000 penulis. Selain mahakarya itu, Qianlong memiliki sumbangsih besar dalam bidang Kesusastraan yakni 30.000 syair telah ditulisnya dalam bahasa Tionghoa dan Manchu.
Perekonomian pada masa Qianlong juga mengalami kemajuan yang sangat pesat karena berbagai usaha yang dilakukan oleh Qianlong diantaranya memperbaiki sistem pertanian menjadi lebih baik lagi sehingga membantu mendongkrak perekonomian rakyat menjadi semakin makmur ditambah kehidupan sosial yang semakin kompleks karena meledaknya jumlah penduduk Cina karena itu pertanian sangat dikembangkan lagi untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Tanah yang tidak dikerjakan, diambil alih oleh pemerintah dan dipergunakan untuk pertanian, Pemerintah juga mendorong para petani agar memperoleh hasil panenan yang baik[5].  Para petani yang panennya baik akan diberi hadiah dan penghhargaan, hal ini bertujuan untuk memotivasi petani agar dapat mengolah pertaniannya dengan sebaik mungkin. Selain itu, Qianlong memperbanyak hubungan dagang dengan bangsa barat. Usaha-usaha itulah yang mendongkrak perekonomian Cina kala itu. Maka tidak heran, dalam rentang waktu kira-kira setengah abad dari masa pemerintahan Dinasti Manchu, Cina selalu mengalami Kemajuan dan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Demikian pula , lahan-lahan pertanian dan perindustrian semakin maju[6].
  Kehidupan Sosial pada masa Qianlong sebenarnya bisa terkendalikan berkat kehidupan ekonomi yang membaik. Namun, menjelang akhir kekuasannya Qianlong berada ditangan pengawal Istana yang bernama Heshan, ia berhasil memenangkan perhatian dan kepercayaan kaisar[7]. Berkat kepercayaan itulah ia bertindak sewenang-wenang dengan mempekerjakan keluarganya menduduki pejabat penting, juga melakukan korupsi besar-besaran. Kemunduran yang terjadi semasa akhir pemerintan Qianlong ini menimbulkan ketidakpuasan dimana-mana. Hal ini mengakibatkan banyaknya serikat-serikat bermunculan guna mengusir bangsa manchu ditambah lagi semagat bangsa Tionghoa yang mulai bangkit sehingga terjadi pemberontakan pada tahun 1793 di sungai Yangzi.
Merasa sudah tidak sanggup lagi memimpin pemerintahannya karena banyaknya persoalan yang harus dihadapi ditambah usia senja yang sudah tidak memungkinkan lagi memobilisasi pemerintahannya akhirnya Qianlong mengundurkan diri setelah berkuasa selama 60 tahun dan digantikan oleh putranya yang bernama Jiajing pada 1796.




[1] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 500.
[2] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 501.
[3] Sejarah dan Peradaban Cina. Rochiati Wiriatmadja. Hal:  220.
[4] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 502.
[5] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 503.
[6] Sejarah dan Peradaban Cina. Rochiati Wiriatmadja. Hal:  220.
[7] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 503.
read more
0 komentar

Dinasti Qing Part 2

Masa Pemerintahan Shunzhi
Kaisar pertama Dinasti Qing adalah Shunzhi yang memerintah pada tahun 1644-1662[1]. Usaha yang dilakukan kaisar ini antara lain, memperkuat dan mempersatukan kerajaan ini dengan memperkokoh bidang pertahanan, karena pada waktu memerintah masih banyak terjadi perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh sisa-sisa Dinasti Ming, pemberontakan ini banyak terjadi di Cina bagian Selatan.
Diawal pemerintahannya kendali pemerintahan Dinasti Qing dipegang oleh walinya yang bernama Darghon, hingga Shunzhi berusia 14 tahun. Dargon memusatkan perhatian pada konsolidasi wilayah China. Provinsi Fujian, Zhehjian, Sitchuan berhasil mereka kuasai sepenuhnya pada tahun 1946. Shunzhi memegang kendali pemerintahan sepenuhnya ketika Darghon wafat pada tahun 1951.
Penguasa pertama Dinasti Qing ini merupakan sosok pribadi yang ingin tahu dan gemar belajar. Ia mempelajari bahasa Tionghoa, agar dapat membaca dokumen dan arsip-arsip kerajaan.
Kaisar Shunzhi menggunakan sistem pemerintahannya sama dengan sistem pemerintahan terdahulu hanya ada sedikit perubahan misalnya : jabatan-jabatan tinggi dipegang oleh dua orang (satu orang Manchu dan satu orang Tionghoa) dengan demikian walapun China ditaklukan Dinasti Qing tetap memberikan kesempatan pada orang-orang Tionghoa. Perkawinan antara orang Manchu dan orang Tionghoa pada awalnya dilarang namun akhirnya tidak bisa dicegah. Kaisar Shunzhi wafat pada tahun 1662 karena sakit.
Masa Pemerintahan Kaisar Kangxi ( 1661 – 1722 )
Kaisar kangxi adalah putra ketiga dari Kaisar Shunzhi, ketika menggantikan ayahnya Kaisar Kangxi masih berusia sangat muda oleh karena itu kendali pemerintahan berada ditangan Oboi. Sejak muda Kaisar Kangxi telah mempunyai bakat kepemimpinan yang luar biasa sehingga ketika beliau berusia 14 tahun dengan dukungan Songgotu paman dari permaisurinya yang bernama Ratu Ren kaisar Kangxi mengambil alih tahta kekaisarannya.
  Pada masa kekuasaannya banyak hal yang dilakukan oleh kaisar Kangxi ini, baik itu dibidang politik, ekonomi, sosial juga budaya. Maka tidak heran jika Kaisar Kangxi adalah salah satu Kaisar yang paling berhasil pada masa Dinasti Qing.
Usaha Pertamanya sebagai Kaisar adalah memperkokoh dan meningkatkan keamanan negerinya dari sinyal-sinyal pemberontakan, karena menurut beliau jika keamanan tidak ditingkatkan maka bahya akan timbul mengintai masa pemerintahannya.
Apa yang beliau khawatirkan terbukti, dengan adanya pemberontakan yang dilakukan oleh raja – raja muda Tionghoa. Tiga orang Jendral kawakan dengan dipimpin oleh Wu Sangui melakukan pemberontakan dan berhasil menguasai wilayah barat dan China pada tahun 1673[2]. Pada pemberontakan ini para raja-raja muda Tionghoa melakukan pemberontakan dengan cara memotong kuncir mereka masing-masing. Kuncir ini adalah lambang yang dipakai secara paksa dari dinasti Qing kepada rakyat Tionghoa. Untuk meredakan pemberontakan itu kaisar kangxi terjun langsung dalam proses peredaan pemberontakan ini dan memimpin sendiri pembersihan pemberontakan yang dilakukan oleh raja-raja muda Tionghoa. Sampai akhirnya kaisar Kangxi menyalahkan dirinya sendiri atas pemberontakan itu, sungguh sikap yang patut dicontoh oleh para pemimpin lainnya.
Dalam bidang ekonomi, Kangxi menerapkan politik dengan memberlakukan larangan penyitaan tanah dan meringankan pajak bagi rakyatnya, sehingga hal ini dapat meningkatkan pertanian serta menjamin pendapatan negara. Kangxi juga menggaji para pejabat negara dengan tinggi hal ini dilakukan untuk menekan tingkat korupsi yang banyak dilakukan oleh pejabat negara.
Di bidang kebudayaan dan kesusastraan Kangxi sangat menaruh perhatian besar[3]. Terbukti dengan usaha-usahanya untuk mengembangkan sastra, juga mengumpulkan sarjana-sarjana untuk membuat penulisan Sejarah Cina. Kangxi juga merupakan seorang yang mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan musik dari para Yesuit serta menunjuk mereka sebagai ahli astronomi, dokter dan juru pembuat peta kerajaan[4].
Dalam kehidupan kehidupan sosial, Kangxi melarang perkawinan antara orang Manchu dengan orang Tionghoa dengan alasan kuatnya karena orang Tionghoa diianggap sebagai kaum budak. Kangxi membebaskan rakyatnya untuk beragama, terutama untuk para orang Tionghoa mereka diperbolehkan memeluk agama kristen walaupun pada awalnya dilarang. Namun sikapnya ini berubah, tatkala terjadi perselisihan paham kaum Yesuit, sehingga sikapnya terhadap agam Kristen berubah, yakni melarang paderi-paderi Yesuit berdiam di cina dengan cara mengusirnya[5]. Namun perselisihan ini membuat Cina semakin terkenal dikalangan bangsa Eropa, terbukti kebudayaan Cina banyak mempengaruhi alam pikiran Barat.
Hal lain yang dilakukan Kangxi adalah dengan menjalin kerja sama dengan usaha dagang Belanda ( VOC ) juga melakukan kerjasama dengan Rusia  terbukti dengan melakukan perjanjian Nerchinsk yang dilatarbelakangi oleh pembangunan benteng di lembah sungai amur oleh Rusia yang mengakibatkan benteng tersebut diserang oleh pasukan Cina. Dengan hubungan kerjasama Dagang, perdagangan kedua bangsa ini menjadi ramai dan banyak orang Rusia yang mempelajari bahasa Tionghoa dan Manchu. Dengan ramainya perdagangan ini Kangxi merasa perlu membuat sistem Co-Hong yaitu gabungan dari 13 saudagar Tionghoa yang diberi hak monopoli untuk semua perdagangan dengan orang asing[6]. Dengan kerjasama ini Kangxi juga mengirim pasukan untuk memperkuat pertahanan ke daerah perbatasan terutama di Wilayah barat atau wilaya Tibet.
Pada tahun-tahun terakhir masa hidupnya kangxi menulis sebuah tulisan dari prinsip pemerintahannya yang intinya adalah Senantiasa bekerja untuk kepentingan rakyat serta melindungi rakyatnya dari berbagai bahaya yang menghadang, dari tulisan tersebut jelaslah bahwa Kangxi adalah Kaisar yang selalu mementingkan rakyatnya daripada kepentingan pribadinya. Pada tahun 1722 Kaisar Kangxi tutup usia pada usia 69 tahun dan digantikan oleh putranya yang bernama Aishingioro Yinchen.




[1] Kapita Selekta Sejarah Cina. Sugeng Riyadi. Hal : 30
[2] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 498.
[3] Kapita Selekta Sejarah Cina. Sugeng Riadi: 31.
[4] History of China. Ivan Taniputera. Hal: 498.
[5] Kapita Selekta Sejarah Cina. Sugeng Riadi: 32.
[6] Kapita Selekta Sejarah Cina. Sugeng Riadi: 33.
read more
0 komentar

Dinasti Qing Part 1

Dinasti Qing merupakan Dinasti yang didirkan oleh bangsa Manchu yang merupakan Dinasti asing di China [1]. Bangsa Manchu yang dikelompokan sebagai bangsa Barbar mengikuti jejak bangsa Mongolia untuk menguasai China melalui pasukan militernya yang disebut pasukan Panji. Bangsa Manchu berhasil memasuki wilayah China dan Pada akhirnya Dinasti  Qing dianggap sebagai Dinasti terakhir China yang memerintah cukup lama, yaitu dari tahun 1644-1912 M. Dinasti Manchu pada akhirnya dihadapkan pada persoalan menghadapi imperialisme Barat yang pada waktu mereka ingin menjual hasil produksi mereka ke Eropa.
Latar belakang terbentuknya Dinasti Qing
Ketika Dinasti Chin yang masih keturunan bangsa Yurchen berhasil dihancurkan oleh bangsa Mongolia pada 1234, sisa-sisa dari bangsa itu menyingkir hingga mendekati Sungai Amur (Hellu-Kiang) [2]. Sampai pada pertengahan abad ke-15, mereka menyusun kekuatan dan kemudian bertambah kuat mereka kemudian memindahkan initi kekuatannya lebih dekat kearah selatan sebelah timur laut Mukden.  Untuk menghindari ancaman serangan dari suku-suku bangsa nomad diwilayah manchuria dan perbatasan lainnya oleh dinasti Ming disusun suatu pemerintahan yang berbentuk organisasi Wei yang merupakan pemerintahan sipil yang dipersenjatai dan dibekali oraganisasi militer. Penduduknya dibebaskan dari pajak, mereka juga dilatih militer dan dimasukan dalam satuan-satuan militer sehingga para petani pun menjadi prajurit. Orang-orang Yurchen yang menetap diperbatasan daerah pertanian orang China yang terletak antara sungan Liao dan Yalu ikut bergabung dalam organisasi Wei.
Dengan daerah-daerah pertanian, penduduk dari China melakukan hubungan perdagangan barter, hubungan dagang tersebut memperluas cakupan wilayah hingga ke Peking, setiap tahun kepela suku Yurchen membawa persembahan upeti ke Peking, ia juga diperbolehkan menukarkan sejumlah barang dagangannya di kota tersebut.
Pemimpin bangsa Yurchen pada saat itu (1529-1626) adalah Nurachi, merupakan seorang pemimpin yang gagah berani dan cakap dalam strategi perang serta sebagai orang yanga mempunyai pengetahuan yang sangat luas tentang hubungan politik dengan kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di China [3].
Pada masa Kaisar Wan Li (1573-1619) China mengalami ancaman serangan yang sangat berbahaya dari kekaisaran yang berkuasa di Jepang yaitu Tojotomi Hideyosi (1582-1598). Ia dua kali mengirimkan pejuang samurainya untuk menyerbu China melalui Korea pada tahun 1592 dan 1597 namun kedua serangan tersebut mengalami kegagalan. Setelah itu, China dihadapkan pada serangan Nurhachi. Pada 1618 ia berusaha menyerang satuan-satuan organisasi Wei China dan pada akhirnya pada tahun 1621 Nurhachi berhasil merebut kota Shen Yang (Mukden) dan Liaotung, kemudian pada tahun 1625 ibukotanya dipindahkan kekota Mukden [4] .
Setelah berhasil menaklukan kota shen Yang dan Liaotung, Nurhachi mulai menaklukan suku-suku Mongolia Timur. Pada tahun 1626 dalam sebuah pertempuran dengan pasukan China, Nurhachi terluka parah dan akhirnya meninggal. Kebijakan politiknya dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Abahai (1626-1643). Pada tahun 1635 semua suku Mongolia Timur  telah mengakui kekuasaannya, dan sejak saat itu nama bangsa Mancho atau Manchu mulai dipergunakan dan disosialisasikan keseluruh wilayah China. Ada yang berpendapat bahwa istilah “Manchu” berasal dari bahasa Yuschen yang berarti pemerintahan sebagaian lain ada yang berpendapat bahwa “manchu” berarti nenek moyang Nurhachi. Menurut sumber lain, nama itu diberikan oleh para pendeta Lamaisme di Mongolia sebagai gelar kehormatan yang berasal dari ungkapan bahasa Tibet yang artinya “cahaya terang dari timur” [5].  Seiring dengan berjlannya waktu semakin maju pula peradaban manchu, mereka banyak memahami sistem peradaban dan kebudayaan China. Mereka juga banyak belajar dari bangasa Mongolia Timur. Mereka mengembangkan organisasi militer yang mereka miliki dahulu dengan sebutan organisasi Vandel atau organisasi Panji-panji. Dengan pengembangan organisasi militer itu dapat ia jadikan sebagai alat untuk perluasan wilayah kekuasaan.
            Pada masa akhir kekuasaan Dinasti Ming terjadilah dua peristiwa yang sangat penting. Pertama, di China sedang terjadi pemberontakan petani yang dipimpin oleh LI Tzu Cheng. Pada 1644 Ia menyerang kota Peking dan berhasil menaklukannya. Pada saat bersamaan, bangsa Manchu bersiap-siap menyerang kota China. Seharusnya penyerangan ke kota China ini dilancarkan pada tahun 1643 namun pada saat itu Abahai meninggal sedangkan anaknya yang seharusnya menggantikan posisi dia sebagai pemimpin manchu masih berusia 11 tahun, sehingga pemerintahan dijalankan dengan kosep perwalian. Ketika kota Peking berada dalam kekuasaan Li Tzu Cheng kesempatan dan peluang muncul bagi bangsa Manchu untuk kembali menyerang China. Karena pada saat itu Kaisar Dinasti Ming yang terakhir  yang bernama Tsung Cheng (1627-1644) tewas gantung diri pada tanggal 3 April 1644.
Pada saat Peking diserang dan dikepung oleh golongan pemberontak dipanggilah salah satu Jendral dari Dinasti Ming yang bernama Wu Shan Kwei yang pada saat itu tengah menjalankan tugas di kota  Shan Hai Kuan. Ditengah perjalanan menuju Peking ia mendengan berita kehancuran Dinasti Ming serta kabar bahwa ayahnya ditawan oleh pemberontak. Untuk menyelamatkannya, Wu Shan Kwei menadakan perundingan perdamaian dengan kaum pemberontak yaitu Li Tzu Cheng, ia juga mengadakan perjanjian dengan bangsa Manchu untuk dimintai pertolongan.Namun Ketika Wu Shan Kwei kembali ke kota Shan Hai Kuan secara tiba-tiba pemberontak Li Tzu cheng menyerang kota tersebut, pada saat kota Shan hai Kwan terdesak datanglah pasukan berkuda dari bangsa Manchu untuk membantunya, Li Tzu Cheng terdesak untuk mundur dan mengajukan perundingan damai kepada Wu Shan kwei dengan cara menawarkan pembagian kekuasaan untuk calon penggati kaisar Ming. Namun, semua usahanya ditolak oleh Wu Shan Kwei sehingga Li Tzu cgeng memerintahkan untuk membunuh ayah Wu Shan Kwei dan segera kembali ke Peking.
            Di Peking Li Tzu Cheng menaiki tahta singgasana kekuasaan, untuk mendapatkan legitimasi dari langit ia mempersembahkan korban agar disebut sebagai “ De Son Of Heaven” . tetapi pada malam harinya istana dan sembilan pintu gerbang kota Peking dibakar habis, keesokan harinya diiringi oleh sejumlah pasukan yang setia padanya Li Tzu Cheng meninggalkan kota Peking dan menuju wilayah sebelah Barat. Tiga hari kemudian, Wu Shan Kwei memasuki kota Peking yang telah terbakar itu yang diiringi oleh penduduk bangsa Manchu. Meskipun demikian, bangsa Manchu tidak akan keluar lagi dari China[6]. Mereka menolak untuk meninggalkan Beijing dengan alasan bahwa tujuan mereka tidak merebutnya dari Dinasti Ming, melainkan mengamankannya dari pemberontak. Pada bulan Oktober 1644 mereka memindahkan ibukota mereka dari Mukden ke Beijing, sehingga secara resmi mengawali berdirinya Dinasti Qing[7]. Dikota tersebut cucu dari Nurhachi dinobatkan menjadi kaisar yang terkenal degan sebutan Kaisar Shun Chin 1644-1662).
            Wu San Kwei telah terlanjur menjadi sekutu bangsa Manchu dan ia sulit keluar dari jerat persekutuan itu.Berkat bantuan Wu San Kwei, China Utara berhasil dikuasai dan jatuh ketangan bangsa Manchu[8].
            Cina selatan melakukan perlawanan terhadap bangsa Manchu. Pada tahun 1645, mereka mengangkat Pangeran Fu sebagai Kaisar baru Nanjing[9]. Kemudian kota itu berhasil ditaklukan oleh bangsa Manchu dan kaisarnya mati tenggelam di sungan Yangtzu. Setelah itu masih ada tiga orang keturunan Kaisar yang akan melakukan perlawanan, tetapi perlawanan tersebut tidak ada koordinasi atau perlawanan dilakukan secara sendiri-sendiri dan tidak adanya persatuan diantara mereka sehingga perlawanan-perlawanan tersebut dapat ditaklukan oleh bangsa Manchu.
            Secara teknis militer, seluruh wilayah China Selatan telah ditaklukan oleh Dinasti Manchu pada 1659[10]. Ketika  Wu San Kwei diangkat menjadi menjadi raja Yunan oleh dinasti Manchu kemudian menikah dengan salah seorang putri dari Dinasti Manchu.  Keadaan tersebut semakin mempersulit posisinya yang berada digengaman orang asing,akhirnya ia membuka dan menyerahkan pintu wilayah Cina kepada bangsa Manchu, bahkan ia berusaha keras untuk menaklukan seluruh wilayah China untuk dipersembahkan kepada Dinasti Manchu. Maka oleh bangsa Cina Wu San Kwei dianggap sebagai pengkhianat negara yang menjual aset negara dan bangsa kepada bangsa Manchu, tetapi Li Tzu Ceng dianggap sebagai pahlawan yang harus dihormati.





[1] History of china. Hal : 495
[2] Sejarah dan Peradaban China, Analisis Filososfis-Historis dan sisio-antropologis. Hal 212
[3] Sejarah dan Peradaban China, Analisis Filososfis-Historis dan sisio-antropologis. Hal : 213
[4] Sejarah dan Peradaban China, Analisis Filososfis-Historis dan sisio-antropologis. Hal : 213-214
[5] Sejarah dan Peradaban China, Analisis Filososfis-Historis dan sisio-antropologis. Hal : 214.
[6] Sejarah dan Peradaban China, Analisis Filososfis-Historis dan sisio-antropologis. Hal : 216.

[7] Sejarah dan Peradaban China, Analisis Filososfis-Historis dan sisio-antropologis. Hal : 216
[8] ibid
[9] History of China. Hal: 496
[10]Sejarah dan Peradaban China, Analisis Filososfis-Historis dan sisio-antropologis. Hal : 217
read more