Hey kamu,
selamat bertemu lagi, aku udah lama menantikan hari ini, hari di mana kita bisa
bertemu lagi setelah hampir 3 bulan kita ga pernah ketemu. Hari ini Tuhan
mempertemukan kita berdua lagi, setelah dengan sabar aku menunggu pertemuan ini. Senang sekali rasanya bisa bertemu
lagi, terima kasih juga sudah meluangkan waktu untuk bertemu dengan ku. Setiap
kali ketemu kamu, pikiranku melayang dan berhenti pada saat kita selalu
menghabiskan waktu berdua ketika aku pulang ke rumah. Kamu yang menemani hari –
hariku di tahun 2012, bagaimana bisa aku melupakan saat – saat kebersamaan kita
pada waktu itu. Dan malam ini aku merasakan hal yang sempat hilang beberapa
bulan belakangan ini. Perasaan yang dulu selalu muncul ketika kita berdua
bertemu, kini aku merasakannya lagi, tapi entah apa yang kau rasakan saat ini.
Bisa
berbicara dengan kamu secara langsung, tertawa bersama seperti waktu itu
membuatku melupakan hal – hal yang dulu membuatku terluka. Meraskan hal yang
sama, tanpa ada yang berbeda kecuali status kita saat ini. Tapi sikap kamu
terhadap ku tidak berubah, masih sama seperti dulu waktu kita bersama. Kamu
masih ingat minuman kesukaan aku, dan panggilan kamu terhadapku tidak berubah,
masih sama seperti dulu. Benar apa yang dikatakan orang – orang, kalo kita ketemu
lagi sama mantan, topik pembicaraannya memang masih suka bahas yang dulu,
kenangan kita. Status kita memang sudah berubah saat ini, tapi tidak ada yang
bisa merubah adanya sebuah kenangan. Dan terkadang karena kenangan itulah yang membuat kita selalu
tersenyum, seperti yang kulakukan saat ini.
Kamu yang
dulu selalu mengisi hari – hari aku, kamu yang dulu selalu support aku, kamu
yang dulu selalu ada di dalam pikiranku, terimakasih untuk semuanya. Terkadangan
terbesit sebuah keinginan untuk kembali bersamamu untuk menjalani kisah kita
lagi, tapi aku tidak tahu, biar waktu yang aka menjawabnya. Malam ini, kamu
akhirnya jujur tentang pertanyaanku waktu itu, tentang dia, masa lalumu, tapi
sudahlah itu sudah berlalu, kehidupan kita saat ini biar Tuhan yang
mengaturnya. Jika kita ditakdirkan untuk kembali, kita pasti akan kembali
bersama, seperti dulu lagi. Tapi jika tidak, mungkin ada seseorang yang lebih
baik yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk kita berdua.
Ketika kamu
meminta maaf untuk kejadian waktu itu, aku sudah memaafkannya, walaupun mungkin
akan terus ada dalam ingatanku. Tidak ada rasa dendam sedikitpun terhdap kamu,
karena bagaimana pun juga, kamu adalah orang yang pernah ada dalam hidup aku.
Bertukar cerita tentang kehidupan kita masing – masing memang membuatku senang
sekaligus iri dengan dia, seseorang yang saat ini sedang dekat dengan kamu.
Seandainya saja kisah kita tidak berakhir saat itu, apa mungkin kamu merasakan
hal yang sama ketika aku menceritakan tentang kedekatanku dengan orang lain?
Aku hanya bertanya dalam diam, tanpa berani aku menanyakannya langsung kepada
mu.
Kamu bilang,
kamu sangat senang bisa bertemu dengan ku malam ini, ya begitu pula dengan aku.
Aku merasa senang sekali bisa bertemu dengan kamu lagi. Semoga Tuhan bisa pertemukan
kita lagi di lain waktu. Terima kasih sudah menutup malam ini dengan sempurna,
jaga diri ya By J
0 komentar:
Posting Komentar